Cara kami menghitung
Semua angka di Kolabyuks punya asal-usul yang jelas: diambil dari izin resmi TikTok, YouTube, dan Instagram tanpa scraping, dihitung dengan rumus yang sama untuk Brand maupun Kreator, dan dibaca langsung dari konfigurasi sistem.
Seluruh parameter batas waktu, jendela pelacakan, dan simulasi contoh di halaman ini dibaca langsung dari konfigurasi sistem aktif (app_config).
Langsung dari izin resmi platform, tanpa scraping dan tanpa password
Kolabyuks hanya membaca metrik video (views, likes, komentar, dan dibagikan) melalui API resmi YouTube, TikTok, dan Instagram atas izin OAuth pemilik akun kreator. Kami tidak pernah meminta password akun kreator, tidak memakai cookie sesi, dan tidak melakukan scraping halaman publik.
- YouTube Data API v3 & YouTube Analytics API (izin OAuth read-only pemilik kanal).
- TikTok Display API / Login Kit (izin profil dasar dan statistik video publik kreator).
- Instagram API with Instagram Login untuk akun Professional (insight media & akun).
Seberapa sering angka diperbarui dan catatan jeda Instagram
Setiap video yang lolos pengecekan brief dipantau secara berkala oleh worker sistem selama periode campaign dan jendela pelacakan aktif. Setiap metrik yang ditampilkan ke Brand selalu disertai keterangan waktu "Terakhir diperbarui" (WIB).
Berdasarkan dokumentasi resmi Instagram Graph/Professional API, data insight views dan interaksi dari Instagram dapat mengalami jeda pembaruan dari sisi platform hingga 48 jam sebelum tercermin di snapshot terbaru.
Tiga angka views: di aplikasi platform, tercatat, dan dihitung
Saat kamu membuka aplikasi TikTok, YouTube, atau Instagram secara langsung, angkanya bisa terlihat berbeda dengan angka di dashboard Kolabyuks. Supaya tidak membingungkan, kami memisahkan tiga angka berikut secara terbuka:
Angka real-time yang terlihat di layar aplikasi TikTok, YouTube, atau Instagram pada detik kamu membukanya.
Angka resmi terakhir yang berhasil ditarik sistem Kolabyuks sesuai jadwal pembaruan dan tertera pada waktu "Terakhir diperbarui".
Bagian dari views tercatat dari video yang lolos pengecekan brief, telah melewati syarat minimal views, berada dalam batas maksimal per video, dan masih dalam periode campaign serta sisa budget.
- Jeda jadwal penarikan data berkala (15 menit hingga 6 jam) antara waktu kamu membuka aplikasi dan waktu snapshot terakhir diambil.
- Keterlambatan pembaruan metrik dari sisi API resmi Instagram yang dapat mencapai hingga 48 jam.
- Batas maksimal views per video (maxViewsPerVideo): kelebihan views di atas batas tetap tampil sebagai views tercatat, tetapi tidak ikut ditagih.
- Syarat minimal views (minViews): video yang belum mencapai ambang minimal tercatat views-nya, namun views dihitung masih 0 sampai ambang tercapai.
- Jendela pelacakan (14 hari sejak posting) atau periode/budget campaign yang sudah berakhir.
Rumus perhitungan Per Views dan Per Video beserta contoh angka
Model Per Views: untuk setiap video yang lolos pengecekan brief, views yang dihitung = min(views tercatat, batas maksimal per video) apabila views tercatat ≥ syarat minimal views (selain itu 0), selama masih dalam jendela pelacakan 14 hari sejak video diposting, tanggal akhir campaign, dan sisa budget yang tersedia.
Model Per Video: setiap video yang lolos pengecekan brief dan tetap tayang publik selama minimal 7 hari menerima bayaran tetap per video (jumlah views tetap dilacak untuk laporan Brand).
Parameter contoh simulasi (dari konfigurasi sistem): CPM kotor Brand Rp1.500 per 1.000 views · CPM bersih Kreator Rp1.200 per 1.000 views · Syarat minimal 5.000 views · Batas maksimal 500.000 views per video.
| Kondisi Video | Views Tercatat | Views Dihitung | Tagihan Brand (Kotor) | Hak Kreator (Bersih) |
|---|---|---|---|---|
| Di bawah syarat minimal (< 5.000 views) | 3.200 | 0 | Rp0 | Rp0 |
| Memenuhi syarat & di bawah batas per video | 120.000 | 120.000 | Rp180.000 | Rp144.000 |
| Melewati batas maksimal per video (dipotong di 500.000) | 750.000 | 500.000 | Rp750.000 | Rp600.000 |
Pembagian biaya layanan (contoh) dan jaminan pengembalian sisa budget
Biaya layanan Kolabyuks bersifat proporsional: hanya dikenakan atas bagian budget yang benar-benar terpakai oleh video yang lolos pengecekan. Rumus pembagian dilakukan satu kali dari nilai kotor (gross) yang ditagih ke Brand:
Dengan pembulatan ke bawah pada komponen fee, jumlah dana kreator + fee selalu sama persis dengan tagihan kotor Brand hingga Rp1 terakhir, tanpa potongan tambahan dari sisi Kreator.
Contoh pada campaign Per Video dengan tarif Brand Rp250.000 dan fee contoh 20%: biaya layanan Rp50.000, dan Kreator menerima tepat Rp200.000.
Saat pemakaian budget mencapai 90% (intakeStopRatio), pengajuan video baru ditutup otomatis agar sisa budget menampung pertumbuhan views dari video yang sudah lolos. Apabila di akhir campaign masih terdapat sisa budget yang tidak terpakai, 100% sisa dana dikembalikan utuh ke saldo organisasi Brand.
Alur pengecekan dua lapis supaya adil bagi Brand dan Kreator
- Lapis 1 (Validasi saat kirim): sistem memeriksa kepemilikan akun OAuth, status video publik, kesesuaian platform, rentang durasi, hashtag wajib, anti-duplikat, serta kuota aktif maksimal 5 video per kreator per campaign.
- Lapis 2 (Pengecekan kesesuaian brief): tim/sistem Kolabyuks memeriksa kesesuaian isi video terhadap brief dengan target SLA 24 jam. Video yang belum lolos (Perlu perbaikan) menerima alasan jelas beserta penanda detik video dan tidak memakan kuota aktif kreator.
- Penandaan oleh Brand (Brand Safety Flag): Brand dapat menandai video berstatus Lolos cek dalam 48 jam sejak disetujui apabila ditemukan ketidaksesuaian brief, untuk ditinjau tim Kolabyuks sebelum penghasilan berstatus final.
- Hak Keberatan (Banding): Kreator dapat memperbaiki lalu mengirim ulang video baru, atau mengajukan keberatan 1 kali dalam 72 jam setelah keputusan untuk ditinjau tim Kolabyuks dalam 3 hari kerja.
Cara menghitung tingkat interaksi (Engagement Rate)
Contoh hitungan: video dengan 8.400 likes, 950 komentar, dan 1.450 dibagikan (total 10.800 interaksi) dari 120.000 views tercatat menghasilkan Engagement Rate sebesar 9%.
Kejujuran label metrik dan demografi per platform
Setiap platform memberikan cakupan data yang berbeda melalui API resminya. Kolabyuks memberi label sesuai arti sebenarnya dan tidak pernah mengarang estimasi demografi:
- Views, Likes, Komentar, Dibagikan: diberi label "Terverifikasi dari platform" disertai waktu "Terakhir diperbarui" (kecuali di Mode Simulasi).
- Demografi YouTube: diberi label "Penonton video ini" karena berasal dari YouTube Analytics per video (usia, gender, negara).
- Demografi Instagram: diberi label "Audiens akun kreator (follower)" karena API Instagram mengembalikan demografi pengikut akun kreator, bukan penonton spesifik satu video.
- Demografi TikTok: tidak ditampilkan karena TikTok Display API tidak menyediakan rincian demografi penonton.
Cara proyeksi dihitung dan kenapa ditampilkan sebagai rentang
Proyeksi baru ditampilkan setelah campaign memiliki minimal 3 hari data. Sistem menghitung laju harian memakai rata-rata tertimbang (weighted moving average) dari 7 hari terakhir, dengan bobot 2× pada 3 hari terakhir agar lebih responsif terhadap tren terbaru.
Kenapa ditampilkan sebagai rentang (±25%), bukan satu tanggal pasti? Karena pertumbuhan views video pendek bersifat organik dan berfluktuasi setiap hari. Menampilkan rentang perkiraan tanggal habis (untuk Per Views) atau rentang slot terisi (untuk Per Video) dengan pita ±25% jauh lebih jujur dan membantu Brand merencanakan promosi dibanding satu angka tunggal yang semu.
Peringatan laju muncul secara informatif apabila batas bawah proyeksi memperkirakan budget akan habis lebih dari 7 hari sebelum Tanggal Penting (peluncuran produk, rilis musik, atau tayang film). Proyeksi bersifat informasi dan tidak memicu tindakan otomatis.
Memahami alur lengkap tanpa uang nyata
Mode Simulasi (kode: demo) menyediakan satu workspace terpisah bagi pengguna yang sudah masuk untuk mencoba alur Brand maupun Kreator menggunakan data contoh yang realistis. Seluruh angka di Mode Simulasi ditandai dengan banner simulasi, tidak pernah memakai label "Terverifikasi dari platform", dan buku besar (ledger) simulasi terisolasi penuh sehingga tidak pernah bertransaksi dengan akun atau saldo nyata.